- Menjemput Makna Hijrah: Menata Ulang Arah Hidup di Tengah Krisis Zaman
- Refleksi 1448 Hijriah: Menemukan Makna Hijrah di Tengah Arus Modernitas
- BIKERSMU Lampung Siap Gas, Tebar Kebaikan
- Walikota Bandarlampung Akan Hadir di Musywil XXIII IPM Lampung
- PD Muhammadiyah Lampung Tengah Kukuhkan Pengurus Jagalmu Periode 2026-2031
- MTs Muhammadiyah Metro Pelepasan Siswa Kelas IX dan Wisuda Tahfidz
- SMP MuAD Metro Lepas 363 Siswa Angkatan IX
- PW Aisyiyah Lampung Resmikan Rumah Sehat Ibu dan Anak
- JagalMu Pringsewu Dikukuhkan, Langsung Gelar Dauroh Sembelih Halal
- Dikdasmen PNF PDM Metro Lepas Kontingen HW Ikut Kemah Penghela
Menulis dan Menyunting Berita Ramah SEO: Jurnalisme Digital Muhammadiyah di Era Perubahan Informasi

Keterangan Gambar : Agus Setiawan, Redaktur LKBN ANTARA
MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro — Perubahan pola konsumsi berita di era digital menuntut jurnalis untuk tidak hanya menulis secara faktual, tetapi juga memahami etika informasi. Hal ini disampaikan oleh Agus Setiawan, Redaktur Perum LKBN ANTARA sekaligus Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam sesi “Menulis dan Menyunting Berita yang Ramah SEO” pada kegiatan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Metro.
Agus Setiawan yang juga dikenal sebagai penulis buku Jurnalisme Digital (antologi empat penulis) serta berbagai karya jurnalistik lainnya, mengawali pemaparannya dengan menjelaskan Standar Kompetensi Wartawan sebagai fondasi utama dalam kerja jurnalistik.
Menurutnya, kompetensi tersebut menjadi penanda profesionalisme wartawan di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks.
Baca Lainnya :
- Merawat Tradisi Pencerahan, Roni Tabroni dan Jalan Panjang Media Muhammadiyah0
- Muhammadiyah dan Tradisi Informasi: Media sebagai Pilar Pencerahan Umat0
- Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah Digelar di UM Metro0
- Muhammadiyah Tetapkan 13 Agustus jadi Hari Pers dan Literasi 0
- PP Muhammadiyah Instruksikan Infak Jumat Kemanusiaan0
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Fiqh Informasi sebagai landasan penyusunan berita resmi Muhammadiyah. Fiqh informasi mencakup pandangan Islam dan pengertian umum tentang informasi, kaidah-kaidah penyampaian informasi, hingga problematika dunia informasi kontemporer.
Dalam konteks ini, Agus menekankan pentingnya menghindari Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK), terlebih dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) yang membawa peluang sekaligus tantangan baru dalam dunia jurnalistik.
“Fikih informasi berlandaskan nilai Al-Qur’an, khususnya QS Al-Hujurat ayat 6 dan 12, yang menekankan verifikasi, kehati-hatian, serta larangan prasangka dan ghibah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perubahan signifikan dalam pola konsumsi berita. Jika sebelumnya masyarakat mengandalkan media cetak seperti koran dan majalah, kini berita lebih banyak diakses melalui media digital dan media sosial. Kondisi ini menuntut jurnalis untuk adaptif tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
Menurut Agus, berita adalah informasi faktual yang penting dan berdampak, termasuk bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, berita harus memenuhi prinsip aktual, akurat, relevan, dan penting. Ia juga memaparkan sejumlah nilai berita yang perlu diperhatikan, antara lain aktualisasi (kebaruan), signifikansi (dampak peristiwa), kedekatan (proximity), human interest, prominence (ketokohan), dampak, currency (sedang diperbincangkan), serta progress atau perkembangan peristiwa.
Dalam aspek teknis, Agus menjelaskan kaidah umum jurnalistik, mulai dari penyusunan judul, tubuh berita, hingga penutup. Ia menekankan pentingnya teras berita (lead) yang memuat fokus utama, ditulis maksimal 35 kata, dan terdiri dari satu kalimat. Sementara itu, tubuh berita harus mengembangkan unsur 5W+1H, mengidentifikasi secara rinci isi teras berita, serta menyajikan satu hingga dua fakta utama dalam setiap paragraf.
“Antarparagraf harus terhubung dengan baik, bisa melalui penggunaan konjungsi, pengulangan kata kunci, maupun kalimat pengait, agar alur berita mengalir dan mudah dipahami pembaca,” jelasnya.
Selain struktur, pemilihan kata yang tepat, lugas, dan etis juga menjadi penekanan penting dalam penulisan berita ramah SEO tanpa mengorbankan nilai jurnalistik.
Melalui materi ini, peserta Akademi Jurnalistik Muhammadiyah diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik digital yang profesional, beretika, serta selaras dengan nilai-nilai Islam dan kebutuhan pembaca di era informasi modern.
Penulis: Tri Hanifah (LPPA PDA Kota Metro)




.jpg)






