- Rakernas ALPTK PTMA di Mahan Agung, Gubernur Lampung: Investasi Masa Depan Adalah Pendidikan
- Resepsi Milad ke-109, Aisyiyah Tulang Bawang Komitmen Dakwah Kemanusiaan dan Ikrar Cinta Damai
- Muhammadiyah Tulang Bawang Safari Dakwah di Rawajitu Timur, Teguhkan Ideologi
- Muhammadiyah Kota Bandar Lampung Audiensi dengan BPN ATR, Bahas Sertifikat Wakaf
- Dikdasmen PNF Gelar Rakorwil, Bahas Turunan Kebijakan Nasional
- Muhammadiyah Lampung Terima Wakaf 9900 meter dari Keluarga Cik Ali Salim
- Rektor UM Lampung Kukuhkan 5 Dekan Baru
- Menjemput Makna Hijrah: Menata Ulang Arah Hidup di Tengah Krisis Zaman
- Refleksi 1448 Hijriah: Menemukan Makna Hijrah di Tengah Arus Modernitas
- BIKERSMU Lampung Siap Gas, Tebar Kebaikan
Rakernas ALPTK PTMA di Mahan Agung, Gubernur Lampung: Investasi Masa Depan Adalah Pendidikan

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Bandarlampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka ruang kolaborasi dengan Persyarikatan Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperluas akses pendidikan di Provinsi Lampung.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq dalam acara ramah tamah bersama Persyarikatan Muhammadiyah dalam rangka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis 25 Juni 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para rektor, anggota, serta pimpinan ALPTK PTMA dari berbagai daerah di Indonesia. Serta ketua PW Muhammadiyah Lampung, Prof Sudarman.
Baca Lainnya :
- Muhammadiyah Lampung Kirim 10 Relawan Non Medis Ke Aceh0
- UM Metro Siap Dampingi Korban Bencana Sumatera hingga Tahap Pemulihan0
- Muhammadiyah Tegaskan Komitmen Dampingi Korban Bencana Sumatra hingga Pemulihan0
- Pemkab Tulang Bawang Serahkan Aset Eks Universitas Megou Pak ke Muhammadiyah, Nilainya Rp66,5 miliar0
- Muhammadiyah Lampung Kirim Relawan Lagi ke Sumatera Barat, Kini Berjumlah 330
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad telah berperan aktif dalam membangun bangsa, khususnya melalui bidang pendidikan. Menurutnya, Muhammadiyah telah melahirkan banyak kader yang berkiprah di berbagai sektor dan berkontribusi dalam pembangunan, termasuk di Provinsi Lampung.
"Muhammadiyah selama ini telah membuktikan selama lebih dari satu abad bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun melalui dakwah, tetapi juga melalui pendidikan," ujar Gubernur Mirza.
Gubernur juga memaparkan sejumlah tantangan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Lampung. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung masih berada pada peringkat ke-26 secara nasional. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Lampung saat ini masih sekitar 24 persen.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun Lampung menghasilkan ratusan ribu lulusan SMA sederajat. Namun, jumlah tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja formal yang mampu menyerap tenaga kerja berpendidikan tinggi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung terus menjalankan berbagai program strategis, di antaranya penghapusan uang komite sekolah guna meringankan beban masyarakat, pengembangan kelas vokasi termasuk vokasi migran dengan penguatan kemampuan bahasa asing, serta program beasiswa Satu Desa Satu Sarjana yang direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun mendatang.
"Kami yakin investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia," tegasnya.
Gubernur Mirza juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Muhammadiyah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, serta menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
"Pemprov Lampung membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi dengan Muhammadiyah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq memaparkan sejumlah tantangan pendidikan nasional, khususnya terkait kebutuhan tenaga pendidik. Ia menyebut Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan lebih dari 561 ribu guru. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 900 ribu guru pada tahun 2030 seiring banyaknya guru dan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah mahasiswa dan alumni program pendidikan keguruan yang mencapai jutaan orang. Karena itu, pemerintah tengah melakukan berbagai pembenahan melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), penguatan peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), serta penyelarasan kebutuhan guru dengan sistem pendidikan tinggi.
Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas LPTK agar mampu menghasilkan calon guru yang kompeten dan profesional.
"Dengan LPTK yang berkualitas dan bermutu, kita dapat melahirkan calon guru yang kompeten dan kelak melahirkan anak-anak yang kompeten pula," ujarnya.
Ia turut mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah serta menegaskan bahwa Muhammadiyah selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan nasional.
Menutup sambutannya, Wamendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(rmol)




.jpg)





