Breaking News
- Dawah Sinergy Summit 2026, Sudarman: Pentingnya Menyatukan Potensi Dakwah di Lampung
- Rakernas ALPTK PTMA di Mahan Agung, Gubernur Lampung: Investasi Masa Depan Adalah Pendidikan
- Resepsi Milad ke-109, Aisyiyah Tulang Bawang Komitmen Dakwah Kemanusiaan dan Ikrar Cinta Damai
- Muhammadiyah Tulang Bawang Safari Dakwah di Rawajitu Timur, Teguhkan Ideologi
- Muhammadiyah Kota Bandar Lampung Audiensi dengan BPN ATR, Bahas Sertifikat Wakaf
- Dikdasmen PNF Gelar Rakorwil, Bahas Turunan Kebijakan Nasional
- Muhammadiyah Lampung Terima Wakaf 9900 meter dari Keluarga Cik Ali Salim
- Rektor UM Lampung Kukuhkan 5 Dekan Baru
- Menjemput Makna Hijrah: Menata Ulang Arah Hidup di Tengah Krisis Zaman
- Refleksi 1448 Hijriah: Menemukan Makna Hijrah di Tengah Arus Modernitas
Dawah Sinergy Summit 2026, Sudarman: Pentingnya Menyatukan Potensi Dakwah di Lampung

Keterangan Gambar : Prof Sudarman, saat menghadiri kegiatan tersebut di Hotel G Syariah, Rajabasa, Lampung, Sabtu (1/8/2026)
MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Bandarlampung - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menyambut baik kegiatan Da'wah Sinergy Summit 2026, ia menegaskan pentingnya menyatukan potensi dakwah Islam demi memperkuat akidah dan persatuan umat. Hal itu disampaikan oleh ketua PWM Lampung, Prof Sudarman, saat menghadiri kegiatan tersebut di Hotel G Syariah, Rajabasa, Lampung, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Prof Sudarman mengenang sejarah panjang gerakan dakwah dan pembelajaran kristologi di Lampung sejak dekade 1980-an. Ia memaparkan rekam jejak historis masuknya misi misionaris dan kolonialisme di Nusantara yang menggunakan strategi pendekatan sosial melalui pelayanan (diakonia), khususnya menyasar masyarakat yang mengalami keterbelakangan pendidikan dan kemiskinan.
"Kelompok tersebut masuk ke komunitas masyarakat, termasuk ke tengah umat Islam, dengan menggunakan pendekatan pelayanan sosial. Kerentanan ekonomi dan ketiadaan akses pendidikan kerap menjadi pintu masuk utama. Oleh karena itu, dakwah kita harus mampu menjawab akar persoalan tersebut," ujar Prof Sudarman.
Prof Sudarman menjelaskan bahwa pemahaman terhadap rekam jejak sejarah tersebut menjadi alasan kuat mengapa organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Dewan Da'wah berfokus pada pembangunan lembaga pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, pemutusan rantai kemiskinan dan kebodohan adalah benteng terkuat dalam mempertahankan akidah umat.
"Mengapa kita berkonsentrasi membangun sekolah-sekolah dan penguatan ekonomi? Supaya masyarakat tidak miskin dan tidak bodoh. Ketika masyarakat memiliki pemahaman agama yang baik dan sejahtera, mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh upaya penyimpangan maupun pemurtadan," tegasnya.
Ketua PWM Lampung ini mengajak seluruh organisasi Islam, dai, dan pimpinan lembaga untuk menanggalkan ego sektoral serta menghentikan kebiasaan bergerak secara sendiri-sendiri. Ia menekankan bahwa tantangan dakwah di masa depan hanya bisa dihadapi melalui konsolidasi yang solid dan terstruktur.
"Selama ini kita sering jalan sendiri-sering merasa hebat sendiri, tetapi begitu mendapat hantaman baru kita mencari penawar. Melalui Da'wah Sinergy Summit 2026 ini, kita kumpulkan semua potensi yang ada. Ini adalah momentum untuk memulai gerakan bersama demi memperkuat akidah dan kesatuan umat Islam di Lampung," kata Prof Sudarman.(langit7/pwmlampung)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments




.jpg)





