Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah Digelar di UM Metro

By Admin Web 13 Des 2025, 13:22:23 WIB Persyarikatan
Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah Digelar di UM Metro

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro — Universitas Muhammadiyah Metro menjadi tuan rumah Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah (FPLM) yang digelar oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan PWM Lampung. pada Sabtu, 13/12/2025

Kegiatan yang direncanakan berlangsung dua hari ini, yakni tanggal 13-14 Desember 2025, Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat gerak dakwah Muhammadiyah melalui sejarah, literasi, dan jurnalisme, di Muhammadiyah Lampung.

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Lampung, Saad Sobari, S.Sos., menjelaskan bahwa FPLM memiliki tiga kegiatan utama. Pertama, penulisan sejarah Muhammadiyah, kedua penelusuran heritage (jejak sejarah) Muhammadiyah, dan ketiga Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM).

Baca Lainnya :

“Untuk Akademi Jurnalistik Muhammadiyah, pesertanya berasal dari para pengelola media dan informasi Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya tingkat SLTA dan perguruan tinggi. Selain itu, ada juga peserta dari ACM, yakni para jurnalis Muhammadiyah yang sehari-hari berkiprah di berbagai media dan platform,” jelas Saad Sobari.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang temu antara kebutuhan dakwah persyarikatan dengan informasi yang disebarluaskan ke masyarakat luas. “Kita perlu mendiskusikan bersama pola informasi yang baik untuk Muhammadiyah, baik untuk masyarakat, dan baik untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pada kegiatan penulisan sejarah, Saad Sobari menyebut peran penting Aisyiyah. Dari total peserta, sekitar 80 persen berasal dari Aisyiyah, khususnya perwakilan TK ABA tertua di masing-masing kabupaten. Sementara untuk penelusuran heritage, salah satu agenda penting adalah menelusuri jejak-jejak Muhammadiyah di Kota Metro.

Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Metro sebagai tuan rumah. Ia juga memohon maaf apabila fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya ideal, mengingat jumlah peserta mencapai 120 orang.

“Kegiatan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan gerak langkah Muhammadiyah, baik untuk masa lalu melalui sejarah, maupun masa depan melalui dokumentasi dan jurnalisme,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa sejarah dan dokumentasi menjadi cermin untuk melihat apakah Muhammadiyah mengalami kemajuan atau justru kemunduran.

Sementara itu, Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah memiliki kesadaran literasi yang kuat. Ia mengisahkan bagaimana KH Ahmad Dahlan dan generasi muda Muhammadiyah pada 1917 merintis metode dakwah modern, termasuk penggunaan mimbar dan podium yang kala itu merupakan hal baru dalam pengajian Islam.

“Empat pilar awal Muhammadiyah adalah pengajaran, tabligh, PKO (Penolong Kesengsaraan Umum), dan pustaka. Ini menunjukkan bahwa literasi sudah menjadi DNA Muhammadiyah sejak awal,” jelasnya.

Prof. Sudarman juga menyampaikan apresiasi kepada MPI PP Muhammadiyah yang telah menunjuk Lampung sebagai salah satu wilayah implementasi program strategis. Ia menilai Muhammadiyah Lampung saat ini menunjukkan geliat yang kuat berkat sinergi pimpinan, majelis, lembaga, dan amal usaha, termasuk dukungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua MPI PP Muhammadiyah Dalam sambutannya, ia menyebut Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah sebagai kegiatan yang sangat bermakna.

“Lampung dipilih karena memiliki banyak prestasi nasional, mulai dari ranting terbaik, masjid terbaik, kampung berkemajuan, kampung migran, hingga prestasi Lazismu dan penulisan sejarah Muhammadiyah yang paling aktif,” ungkap Prof. Muchlas yang juga menjabat Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Ia juga menekankan pentingnya penulisan sejarah sebagai upaya merebut tafsir sejarah Muhammadiyah, agar narasi persyarikatan ditulis oleh Muhammadiyah sendiri. MPI PP Muhammadiyah, lanjutnya, saat ini juga tengah menyelesaikan penulisan Sejarah Muhammadiyah Indonesia yang ditulis oleh 22 sejarawan Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Selain itu, Prof. Muchlas menyoroti pentingnya pengelolaan heritage dan literasi jurnalistik sebagai bagian dari dakwah pencerahan. Ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah kini telah memiliki Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah yang diperingati setiap 13 Agustus, dan mendorong seluruh elemen persyarikatan untuk menghidupkannya.

“Pergi jauh harus kenal penguasa wilayah agar aman dan selamat sampai tujuan. Kuatkan literasi warga persyarikatan Muhammadiyah menuju masyarakat utama yang berkemajuan,” pungkasnya.

Ia berharap bahwa Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah ini mampu melahirkan output nyata berupa karya sejarah, penguatan heritage, serta jurnalis Muhammadiyah yang berintegritas dan berkemajuan.

(Guswir)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah Lampung


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online : 3
  • Today Visitor : 28
  • Hits hari ini : 39
  • Total pengunjung : 157140