- Jatam Lampung Selatan Bimtek Agribisnis Ternak Unggas
- Jatam Metro Bergerak, Garap Sektor Kemitraan Unggas
- SMP Muhammadiyah 3 Metro Resmi Berdiri Kantor Layanan LazisMu
- Milad ke-18 RSU Muhammadiyah Metro, Teguhkan Dakwah Kesehatan
- Majelis Tabligh PWM Lampung Gelar Pelatihan Muballigh
- Rapim HW Lampung 2026, Bahas Program Kerja Nyata dan Terasa Manfaatnya
- Giyono, Berawal dari Makasa IMM Tahun 1992
- Muhammadiyah Lampung Kirim 10 Relawan Non Medis Ke Aceh
- Tahun 2026 PWM Lampung Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak
- Reporter Cilik Jadi Ikhtiar MPI Cetak Generasi Literasi Berkemajuan
RSUM Metro Gelar Baitul Arqom untuk 39 Pegawai

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro – Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Metro, kembali menyelenggarakan Baitul Arqom, sebagai agenda pengkaderan strategis bagi seluruh pegawai, yang berlangsung selama tiga hari, 14–16 November 2025, yang diikuti oleh 39 pesert, berlangsung di Aula Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Kota Metro, serta RSU menyerahkan peserta kepada MPKSDI sebagai bagian dari upaya penguatan ideologi, peningkatan kapasitas, serta pembentukan karakter pegawai AUM Kesehatan. sebagai upaya penguatan Ideologi dan Integritas Sumber Daya Insani (SDI) untuk AUM kesehatan yang berkemajuan.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur RSU Muhammadiyah Metro, dr. Nil Rahmayeni, saat dihubungi Jurnalis MPI PDM Kota Metro, menegaskan pentingnya Baitul Arqom sebagai proses internalisasi nilai-nilai dasar persyarikatan.
Baca Lainnya :
- H Bekti Satriadi, Sosok di Balik Gerak Kebaikan LazisMu Kota Metro0
- Jejak Tangan Dingin Khoeroni di SMK Muhammadiyah 3 Metro0
- Ketika Pelayanan Menjadi Dakwah Tanpa Kata0
- dr Nil Rahmayeni, Dirut RSU Muhammadiyah Metro yang Visioner0
- H Daud Siddiq, Penjaga Ingatan, Penanda Arah dan Saksi Sejarah Muhammadiyah Metro0
“Ini adalah momentum untuk membangun komitmen kuat dalam pengkaderan Muhammadiyah. Pegawai harus memahami nilai, wawasan, serta cara berpikir dalam ideologi kepemimpinan Muhammadiyah yang menjadi landasan tujuan perkaderan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan akan menambah peningkatan integritas, profesionalisme, dan spiritualitas seluruh pegawai.
“Pegawai RSU Muhammadiyah Metro harus menjadi penggerak perubahan positif dalam pelayanan, menjadi kader yang siap berkomitmen pada misi kemanusiaan, serta mampu menghadirkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam budaya kerja sehari-hari,” tambahnya.
Di Waktu bersamaan, Budi Pranoto, selaku Ketua MPKU PDM Kota Metro yang mewakili Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan peserta selama mengikuti proses Baitul Arqom.
“Bismillah. Pesan saya kepada seluruh peserta, taatilah aturan pelaksanaan Baitul Arqom sesuai kontrak belajar yang telah disepakati. Harapan kami, pemahaman peserta terhadap Al-Islam dan Kemuhammadiyahan semakin meningkat,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa loyalitas dan etos kerja pegawai Muhammadiyah hendaknya dilandasi niat ibadah, bukan sekadar motivasi materi.
“Bekerjalah bukan semata-mata karena gaji, tetapi sebagai ibadah kepada Allah SWT,” pesannya.
Abdurrahim Hamdi, selaku Wadir SDI RSU Muhammadiyah Metro berharap mengatakan bahwa ini merupakan program prioritas dalam rangka menciptakan Sumber Daya Insani di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kesehatan yang handal, berkelanjutan, serta melahirkan kader pelopor, pelangsung, dan penyempurna persyarikatan.
"Memiliki semangat dakwah dalam memberikan pelayanan terbaik dan ikhlas untuk ibadah dan ridho Allah"
ia menambahkan bahwa Dengan ikhtiar ini, RSU Muhammadiyah Metro berharap, seluruh peserta dapat meneguhkan peran strategisnya sebagai tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan berjiwa kader, sehingga mampu menghadirkan layanan yang unggul serta bernilai ibadah.
Ketua MPKSDI PDM Kota Metro, Agus Pujianto, menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan gerbang penting dalam membentuk pegawai yang tidak hanya bekerja, tetapi berkarya dengan kesadaran ideologis yang benar.
"Baitul Arqom ini bukan hanya kegiatan formal, tetapi proses pemurnian niat dan penguatan kembali identitas pegawai Muhammadiyah. Kami ingin peserta pulang dengan pemahaman utuh tentang jati diri kader, sehingga bekerja di RSU Muhammadiyah bukan sekadar profesi, tetapi amanah dakwah,” tegasnya.
(Guswir)











