- Jatam Lampung Selatan Bimtek Agribisnis Ternak Unggas
- Jatam Metro Bergerak, Garap Sektor Kemitraan Unggas
- SMP Muhammadiyah 3 Metro Resmi Berdiri Kantor Layanan LazisMu
- Milad ke-18 RSU Muhammadiyah Metro, Teguhkan Dakwah Kesehatan
- Majelis Tabligh PWM Lampung Gelar Pelatihan Muballigh
- Rapim HW Lampung 2026, Bahas Program Kerja Nyata dan Terasa Manfaatnya
- Giyono, Berawal dari Makasa IMM Tahun 1992
- Muhammadiyah Lampung Kirim 10 Relawan Non Medis Ke Aceh
- Tahun 2026 PWM Lampung Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak
- Reporter Cilik Jadi Ikhtiar MPI Cetak Generasi Literasi Berkemajuan
Milad ke-18 RSU Muhammadiyah Metro, Teguhkan Dakwah Kesehatan

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro – Delapan belas tahun bukan sekadar penanda usia, melainkan momentum pematangan peran dan peneguhan jati diri. Hal inilah yang tercermin dalam Resepsi Milad ke-18 Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Metro yang digelar di Aula AR Fachrudin RSU Muhammadiyah Metro, Sabtu,24/1/2026.
Resepsi milad tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh Persyarikatan Muhammadiyah lintas struktur, di antaranya unsur LPKU Muhammadiyah Dr. M. Ziyad, M.Ag., Pleno PWM Lampung Prof. Marzuki, Ketua MPKU PWM Lampung dr. Wirman, Ketua BPH RSU Muhammadiyah Metro, para sesepuh Muhammadiyah dan sesepuh rumah sakit, Ketua PDM Kota Metro, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Metro, jajaran PCM dan PCA, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RSU Muhammadiyah Metro, dr.Nil Rahmayeni menegaskan bahwa, resepsi Milad ke-18 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Baca Lainnya :
- Giyono, Berawal dari Makasa IMM Tahun 19920
- Reporter Cilik Jadi Ikhtiar MPI Cetak Generasi Literasi Berkemajuan0
- PDM Kota Metro Akuisisi Sekolah, Sekarang Menjadi SDMu Buya Hamka0
- Muscab IMM Metro Usung Tema Revitalisasi dan Modernisasi Gerakan0
- Lazismu Kota Metro Gelar Pelatihan Guru TPQ Kreatif0
ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirancang sebagai sarana dakwah, pengabdian, serta penguatan budaya mutu pelayanan.
Beragam agenda telah dilaksanakan, mulai dari lomba kisah tokoh Muhammadiyah antar siswa se-Provinsi Lampung, lomba internal karyawan, layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis dengan melibatkan delapan dokter termasuk lima dokter spesialis, pendistribusian sembako melalui KL Lazismu RS Muhammadiyah, hingga launching Buku Sejarah RSU Muhammadiyah Metro.
Selain itu, rumah sakit juga memberikan penghargaan masa kerja 10 tahun bagi karyawan serta melaksanakan mini akreditasi sebagai bentuk evaluasi internal pelayanan.
“Mini akreditasi ini menjadi ikhtiar agar standar pelayanan tidak berhenti pada momentum penilaian, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang hidup di setiap unit,” ungkapnya.
Direktur Utama berharap, memasuki usia ke-18 RSU Muhammadiyah Metro semakin mantap sebagai rumah sakit unggulan dan rujukan, baik di tingkat Kota Metro maupun Provinsi Lampung, serta terus hadir memberikan layanan kesehatan yang berkeadilan dan berkemanusiaan.
Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, dalam sambutannya mengajak hadirin menengok kembali proses panjang pendirian rumah sakit Muhammadiyah yang telah menjadi wacana sejak puluhan tahun lalu, Ia menekankan bahwa amal usaha kesehatan merupakan bagian integral dari misi dakwah Muhammadiyah.
“Dakwah Muhammadiyah tidak hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan yang ikhlas, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujarnya.
Ia berharap RSU Muhammadiyah Metro terus berkembang dan mampu mencapai jenjang akreditasi tertinggi sebagai wujud tanggung jawab Persyarikatan kepada umat.
Hal senada disampaikan Ketua MPKU PWM Lampung, dr. Wirman, yang menegaskan bahwa pengembangan amal usaha kesehatan yang unggul merupakan bagian dari sistem gerakan Muhammadiyah yang harus dijaga kesinambungannya.
Pleno PWM Lampung, Prof. Marzuki, dalam sambutannya menekankan pentingnya berpikir visioner dalam mengelola amal usaha. Menurutnya, Milad bukan hanya perayaan capaian masa lalu, tetapi juga titik awal merancang masa depan.
“Kita patut bersyukur atas 18 tahun perjalanan RSU Muhammadiyah Metro, namun yang lebih penting adalah bagaimana merancang 18 tahun ke depan secara sistematis dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia memaparkan Program Binaan Lima Tahunan (Bilita) sebagai kerangka pengembangan rumah sakit Muhammadiyah, mulai dari penguatan fondasi, konsolidasi kelembagaan, hingga pelayanan berbasis nilai profetik.
“Rumah sakit Muhammadiyah harus unggul secara profesional, prima dalam pelayanan, dan kokoh dalam nilai Islam. Inilah keunggulan yang membedakan,” ujarnya.
Prof. Marzuki juga mengingatkan bahwa reputasi rumah sakit sangat ditentukan oleh integritas seluruh insan di dalamnya. “Satu perilaku buruk dapat merusak kepercayaan yang dibangun oleh banyak kebaikan,” pesannya.
Sementara itu, Dr. M. Ziyad, M.Ag., menegaskan bahwa refleksi masa lalu menjadi modal penting untuk memperkuat langkah ke depan. Ia menyebut reputasi sebagai tantangan terberat dalam pengelolaan rumah sakit.
“Di usia ke-18 ini, RSU Muhammadiyah Metro diharapkan semakin dewasa dalam berpikir, matang dalam bertindak, dan progresif dalam meraih kemajuan,” tuturnya.
Pantauan Media MPI, rangkaian acara Milad ke-18 ini juga ditandai dengan launching Buku Sejarah RSU Muhammadiyah Metro hasil kolaborasi bersama Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro.
Buku tersebut dinilai mampu merekam perjalanan rumah sakit secara utuh, kronologis, dan otentik sebagai bagian dari sejarah amal usaha Muhammadiyah.
Milad ke-18 ini menjadi penegas bahwa RSU Muhammadiyah Metro tidak hanya hadir sebagai institusi layanan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang dakwah profetik yang terus bertumbuh bersama umat dan Persyarikatan.
(Guswir)











