- Jatam Lampung Selatan Bimtek Agribisnis Ternak Unggas
- Jatam Metro Bergerak, Garap Sektor Kemitraan Unggas
- SMP Muhammadiyah 3 Metro Resmi Berdiri Kantor Layanan LazisMu
- Milad ke-18 RSU Muhammadiyah Metro, Teguhkan Dakwah Kesehatan
- Majelis Tabligh PWM Lampung Gelar Pelatihan Muballigh
- Rapim HW Lampung 2026, Bahas Program Kerja Nyata dan Terasa Manfaatnya
- Giyono, Berawal dari Makasa IMM Tahun 1992
- Muhammadiyah Lampung Kirim 10 Relawan Non Medis Ke Aceh
- Tahun 2026 PWM Lampung Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak
- Reporter Cilik Jadi Ikhtiar MPI Cetak Generasi Literasi Berkemajuan
Reporter Cilik Jadi Ikhtiar MPI Cetak Generasi Literasi Berkemajuan

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Hadimulyo Metro, Sukarman, S.Pd., menegaskan bahwa penguatan literasi sejak usia dini merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam mencetak generasi berkemajuan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik Reporter Cilik (REPCIL) yang dilaksanakan di Meeting Room MIM Hadimulyo, Sabtu,17/1/2026.
Kegiatan ini menghadirkan Jurnalis Muhammadiyah, Agus Wirdono, S.A.P., M.Si., yang juga Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PCM Hadimulyo, sebagai pemateri. Pelatihan dikemas dalam bentuk konferensi pers dan praktik jurnalistik sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Sukarman yang didampingi Koordinator Literasi MIM Hadimulyo, Sin Hadiyah, M.Pd.I., mengawali dengan ungkapan syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk karakter, nalar kritis, serta keberanian menyampaikan kebenaran secara santun.
Baca Lainnya :
- PDM Kota Metro Akuisisi Sekolah, Sekarang Menjadi SDMu Buya Hamka0
- Muscab IMM Metro Usung Tema Revitalisasi dan Modernisasi Gerakan0
- Lazismu Kota Metro Gelar Pelatihan Guru TPQ Kreatif0
- Di UMKAL, Maruf Abidin: Baitul Arqom Pintu Masuk Bermuhammadiyah0
- Diah Meirawati Paparkan Tantangan dan Strategi Pemberdayaan Perempuan Aisyiyah0
“Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi anak-anak untuk belajar menulis dengan baik dan menyampaikan informasi yang positif. Ilmu yang diperoleh hari ini harus terus diasah dan dipraktikkan agar benar-benar bermanfaat,” ungkapnya.
Sukarman menambahkan bahwa pelatihan jurnalistik ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses kaderisasi intelektual sejak dini. Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda hari ini, sehingga literasi harus menjadi fondasi utama dalam pendidikan Muhammadiyah.
Menjawab pertanyaan reporter cilik, ia menjelaskan bahwa Reporter Cilik MIM Hadimulyo dibentuk untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam dunia jurnalistik sekaligus mendukung program literasi madrasah.
“Anak-anak yang tergabung dalam REPCIL merupakan siswa pilihan yang diharapkan menjadi duta literasi MIM Hadimulyo serta membawa nilai-nilai Islam Berkemajuan di ruang publik,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa program Reporter Cilik telah berjalan secara rutin sejak tahun 2017, dengan pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan mingguan, praktik wawancara internal, hingga praktik lapangan dengan tokoh Muhammadiyah maupun pejabat publik.
Menutup kegiatan, Sukarman kembali berpesan agar siswa membiasakan diri membaca dan menulis sebagai jalan menuntut ilmu dan amal jariyah.
“Membaca adalah pintu ilmu, dan menulis adalah cara agar ilmu itu terus hidup dan memberi manfaat. Inilah bekal untuk menjadi kader persyarikatan dan kader bangsa,” pungkasnya.
Sementara itu, pemateri pelatihan Agus Wirdono, S.A.P., M.Si., yang telah menekuni dunia jurnalistik sejak tahun 2005, menegaskan bahwa kegiatan MPI Mengajar merupakan wujud nyata kontribusi Muhammadiyah dalam mempertahankan Kota Metro sebagai salah satu kota literasi terbaik di Indonesia.
“Literasi tidak cukup hanya disampaikan dalam slogan, tetapi harus dihidupkan melalui praktik nyata sejak usia sekolah dasar. Inilah ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun peradaban ilmu,” ujarnya.
Alumni Magister FISIP Universitas Lampung tersebut juga menekankan pentingnya etika jurnalistik dan keberanian menyampaikan informasi yang mencerahkan, sebagai bagian dari dakwah pencerahan Muhammadiyah.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PCM Hadimulyo merupakan bentuk sinergi persyarikatan dalam mendampingi amal usaha pendidikan agar terus melahirkan generasi literat, kritis, dan komunikatif. (rls)











