- Dikdasmen PNF PDM Metro Lepas Kontingen HW Ikut Kemah Penghela
- Universitas Muhammadiyah Jakarta Tulang Bawang Diresmikan
- Kunjungan Industri SMK Muhammadiyah se-Lampung ke Sektor Maritim dan Perikanan
- SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Raih Dua Penghargaan di Lamtim Sustainability Week 2026
- Tingkatkan Profesionalisme Juru Sembelih, JAGALMU Pringsewu Gelar Pelatihan Asah Bilah
- Halal Bihalal LHKP PWM Lampung Bahas Pelatihan Kepemimpinan Kader Muda
- Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri 1447 H PWM Lampung di Halaman Gedung Wanita
- Refleksi Idul Fitri: Siapa yang Menang?
- Kembali ke Fitrah, Menjaga Bumi sebagai Amanah Ilahi
- Daftar Lengkap Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Lampung
Diah Meirawati Paparkan Tantangan dan Strategi Pemberdayaan Perempuan Aisyiyah

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro — Pelatihan Pemberdayaan Perempuan yang digelar oleh ‘Aisyiyah menghadirkan pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB). Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Diah Meirawati, M.Kes., memaparkan berbagai tantangan sekaligus strategi penguatan peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, pada Ahad,14/12/2025.
Dalam pemaparannya, Diah Meirawati menegaskan bahwa perempuan ‘Aisyiyah memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan, tidak hanya di ranah keluarga, tetapi juga di tengah masyarakat dan persyarikatan.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan harus dipahami secara utuh, tidak sebatas peningkatan keterampilan ekonomi semata.
Baca Lainnya :
- Pelatihan Digital Marketing untuk Perempuan Hebat, Wujudkan Kemandirian Ekonomi0
- Akademi Jurnalistik Muhammadiyah Kupas Seni Menulis Berita Bernilai0
- Kompak, Ortom Muhammadiyah Tuba Penggalangan Donasi Bencana Sumatera0
- Puncak Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Lampung Selatan0
- PORSENIMU II Resmi Dibuka Prof Sudarman0
“Pemberdayaan perempuan juga menyangkut penguatan iman, akhlak, dan integritas. Nilai kejujuran, amanah, dan transparansi sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dalam berdagang harus menjadi fondasi dalam setiap ikhtiar usaha dan aktivitas sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan bekal ilmu pengetahuan, etos kerja yang kuat, serta kepercayaan diri, perempuan mampu membangun kemandirian ekonomi tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidik generasi dan pilar ketahanan keluarga.
Lebih lanjut, Diah Meirawati berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu melahirkan aksi nyata dan program yang berkelanjutan. Peserta diharapkan dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh, membangun jejaring usaha sekaligus dakwah, serta menjadi inspirasi bagi perempuan lain di lingkungannya.
" ’Aisyiyah kami harapkan terus menjadi ruang yang aman dan produktif bagi tumbuhnya perempuan yang berdaya, berkemajuan, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat serta ketahanan keluarga,” tandasnya.
Menutup materi pelatihan ini, Diah berharap ini menjadi ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara organisasi perempuan dan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas perempuan, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender. ( Guswir)




.jpg)






