Ketika Pelayanan Menjadi Dakwah Tanpa Kata

By Admin Web 19 Nov 2025, 19:15:13 WIB Persyarikatan
Ketika Pelayanan Menjadi Dakwah Tanpa Kata

Keterangan Gambar : Gus Miftah Bersama Humas RSUMM


Oleh: Guswir

Ada kalanya sebuah peristiwa sederhana menghadirkan pelajaran besar. Tidak selalu lewat ceramah, tidak selalu lewat forum pelatihan, dan tidak selalu lewat kata-kata. Terkadang, nilai-nilai perjuangan itu hadir lewat kejadian yang kita saksikan sehari-hari.

Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan oleh kabar bahwa Gus Miftah, seorang tokoh agama Nahdlatul Ulama yang dikenal luas, membawa anaknya hingga orang tuanya berobat ke RS Muhammadiyah Metro.

Baca Lainnya :

Tidak banyak yang perlu dijelaskan, tidak ada publikasi berlebih, tidak ada narasi panjang. Namun bagi seorang kader Muhammadiyah, yang berjuang lewat media, kejadian itu terasa seperti cermin besar yang menghadap langsung kepada diri sendiri.

Di tengah masyarakat yang beragam keyakinan, pilihan, dan afiliasi, Muhammadiyah tidak pernah membatasi siapa yang boleh menerima manfaat dari amal usahanya. Rumah sakit, sekolah, perguruan tinggi semuanya dibangun bukan untuk golongan, tetapi untuk kemanusiaan.

Dan ketika seorang tokoh dari kalangan berbeda mempercayakan kesehatan keluarganya kepada RS Muhammadiyah Metro, di situlah nilai itu terlihat semakin terang, bahwa kebaikan itu tidak pernah menanyakan identitas, kebaikan hanya butuh dilayani.

Sebagai kader, kita sering diingatkan bahwa dakwah Muhammadiyah adalah dakwah bil-hal dakwah melalui tindakan nyata, tidak banyak slogan, tidak banyak simbol. 

Yang utama adalah memberi manfaat dan menghadirkan keberadaban. Dan hari itu, dakwah bil-hal itu tampak nyata, Rumah sakit yang dibangun dengan niat tulus itu menjadi tempat yang dipercaya, bukan hanya oleh warga persyarikatan, tetapi oleh siapa saja yang membutuhkan.

Di titik itu, kita merenung, kadang, orang datang kepada kita bukan karena kesamaan organisasi, tetapi karena kualitas pelayanan yang lahir dari ketulusan.

Refleksi ini mengajak kader untuk kembali menguatkan diri. Bukan agar merasa bangga berlebihan, tetapi agar terus menjaga mutu amal usaha yang telah menjadi wajah Muhammadiyah di mata publik. Semakin luas orang merasakan manfaatnya, semakin besar pula kesempatan dakwah yang terbuka.

Pada akhirnya, kisah Gus Miftah dan keluarganya di RS Muhammadiyah Metro menjadi pengingat sederhana namun dalam.

Bahwa karya kebaikan selalu punya jalan untuk menemukan siapa pun yang membutuhkannya. Dan bagi kader, tugasnya hanya satu menjaganya tetap tulus, tetap profesional, dan tetap menjadi rahmat bagi semua.(*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah Lampung


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online : 7
  • Today Visitor : 457
  • Hits hari ini : 743
  • Total pengunjung : 80298