- Jatam Lampung Selatan Bimtek Agribisnis Ternak Unggas
- Jatam Metro Bergerak, Garap Sektor Kemitraan Unggas
- SMP Muhammadiyah 3 Metro Resmi Berdiri Kantor Layanan LazisMu
- Milad ke-18 RSU Muhammadiyah Metro, Teguhkan Dakwah Kesehatan
- Majelis Tabligh PWM Lampung Gelar Pelatihan Muballigh
- Rapim HW Lampung 2026, Bahas Program Kerja Nyata dan Terasa Manfaatnya
- Giyono, Berawal dari Makasa IMM Tahun 1992
- Muhammadiyah Lampung Kirim 10 Relawan Non Medis Ke Aceh
- Tahun 2026 PWM Lampung Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak
- Reporter Cilik Jadi Ikhtiar MPI Cetak Generasi Literasi Berkemajuan
H Daud Siddiq, Penjaga Ingatan, Penanda Arah dan Saksi Sejarah Muhammadiyah Metro

Keterangan Gambar : H Daud Siddiq
Oleh : Guswir
Perjalanan dan pengabdian H. Daud Siddiq bukanlah kisah yang berdiri tiba-tiba. Ia melewati tangga kaderisasi Muhammadiyah secara utuh dimulai dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di mana ia pertama kali belajar disiplin gerakan, ketegasan sikap, dan adab berorganisasi.
Di IPM itulah benih kepemimpinan itu tumbuh benih yang kelak menjadi batang kokoh penggerak Muhammadiyah Metro.
Baca Lainnya :
- Semarak Milad ke-18, RSUM Metro Bagikan 250 Sembako0
- Milad ke 113 Muhammadiyah, Lazismu Gelar Aksi Kolaborasi dengan IDI Kota Metro0
- UMPRI Hadir dengan POHON OPIUM di Lampung Tengah0
- Kajian Triwulan IPM Metro Pusat 0
- 2 Pelajar Muhammadiyah Metro Raih Emas dan Perak di Ajang OMI 20250
Memasuki dunia mahasiswa, kiprahnya tidak padam. justru menguat. Ia masuk dalam barisan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan bukan sekadar anggota biasa. Pada masanya ketika Metro masih berstatus Wedana, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah IMM Lampung.
Sebuah amanah besar yang menegaskan kapasitasnya sebagai intelektual muda Muhammadiyah Lampung kala itu.
Masa itu tidak mudah,.keterbatasan sarana, jarak antar daerah, dan dinamika sosial-politik Lampung menuntut ketangguhan sebenar-benarnya.
Namun justru dalam ruang-ruang gelap perjuangan itulah karakter H. Daud Siddiq ditempa, gigih, tenang, tahan uji, dan teguh pada nilai.
Dari IMM, langkahnya berlanjut ke Pemuda Muhammadiyah. Di fase ini, ia tidak hanya menjadi penggerak kegiatan, tetapi menjadi aktor penting dalam menghidupkan kultur aktivisme anak muda Muhammadiyah di Metro.
Pemuda Muhammadiyah mengasah keterampilannya dalam mengelola organisasi, mengokohkan jejaring, dan berdiri di garda depan setiap agenda dakwah.
Seluruh fase kaderisasi itu akhirnya mengantarkannya ke panggilan hidup tertinggi: mengabdikan diri sepenuhnya untuk Muhammadiyah.
Kiprahnya menanjak ke struktur Persyarikatan, hingga meraih amanah strategis sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Metro selama dua periode.
Di titik itu, semua pengalaman masa mudanya bersatu menjadi kepemimpinan yang matang yang berorientasi sebagai
- Wawasan luas hasil tempaan IMM,
- Kepekaan sosial dari IPM,
- Ketangkasan gerakan dari Pemuda Muhammadiyah,
- Dan keteguhan nilai dari perjalanan panjang berorganisasi.
Hari ini, jejak H. Daud Siddiq tidak hanya terekam dalam dokumen, tetapi hidup dalam ingatan para kader. Ia menjadi penuntun arah, penjaga sejarah, dan rujukan nilai bagi generasi yang datang kemudian.
Kiprahnya membentang dari masa Metro masih Wedana, dimana pemerintah Provinsi masih bergabung dengan Sumbagsel, hingga menjadi kota mandir, dari remaja hingga dewasa, dari belajar hingga memimpin.
Semua ia jalani dengan satu nafas yang sama pengabdian tanpa jeda untuk Muhammadiyah.(*)











