- Menjemput Makna Hijrah: Menata Ulang Arah Hidup di Tengah Krisis Zaman
- Refleksi 1448 Hijriah: Menemukan Makna Hijrah di Tengah Arus Modernitas
- BIKERSMU Lampung Siap Gas, Tebar Kebaikan
- Walikota Bandarlampung Akan Hadir di Musywil XXIII IPM Lampung
- PD Muhammadiyah Lampung Tengah Kukuhkan Pengurus Jagalmu Periode 2026-2031
- MTs Muhammadiyah Metro Pelepasan Siswa Kelas IX dan Wisuda Tahfidz
- SMP MuAD Metro Lepas 363 Siswa Angkatan IX
- PW Aisyiyah Lampung Resmikan Rumah Sehat Ibu dan Anak
- JagalMu Pringsewu Dikukuhkan, Langsung Gelar Dauroh Sembelih Halal
- Dikdasmen PNF PDM Metro Lepas Kontingen HW Ikut Kemah Penghela
Muhammadiyah Lampung Kirim Logistik,500 Family Kit dan Tim Medis ke Sumatera Barat dan Aceh

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Bandarlampung – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung secara resmi melepas keberangkatan bantuan kemanusiaan dan tim relawan medis untuk korban bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh. Pelepasan logistik dan personel ini dilakukan di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Lampung, pada hari Jumat, 26 Desember 2025.
Acara ini dihadiri lebih dari 20 Lembaga, Perorangan, dan donatur yang mengamanahkan bantuan Indonesia Siaga untuk Bencana Sumatera.
Dalam pelepasan kali ini, Muhammadiyah Lampung mengirimkan logistik dan 500 paket family kit yang ditujukan ke Sumatera Barat, serta memberangkatkan 4 tenaga medis ke Aceh.
Baca Lainnya :
- Lazismu Kota Metro Gelar Pelatihan Guru TPQ Kreatif0
- Gunawan Hidayat: Inovasi Sosial Lazismu Harus Dibangun di Atas Sistem Terintegrasi0
- Muhammadiyah Lampung Kirim Relawan Lagi ke Sumatera Barat, Kini Berjumlah 330
- Muhammadiyah Lampung Kirim Relawan Kloter 2 ke Sumatera Barat0
- Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah Digelar di UM Metro0
Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi tinggi atas kolaborasi berbagai pihak. Ia menyebut, gerakan kemanusiaan ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,7 miliar dari masyarakat dan berbagai mitra.
"Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari PGN Com Regional Office Lampung, Yayasan Danatunaim, Persatuan Pensiunan Perpajakan, KPDKA, serta masyarakat luas. Gerakan kepedulian ini tidak parsial, tapi gerakan bersama masyarakat Lampung untuk meringankan beban saudara kita di Sumbar, Sumut, dan Aceh," ujar Prof. Sudarman di lokasi acara.
Sistem Satu Komando dan Akuntabilitas
Prof. Sudarman menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini menggunakan sistem One Muhammadiyah One Response yang terpusat di bawah koordinasi Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB). Ia menjamin akuntabilitas Lazismu sebagai lembaga filantropi yang tepercaya.
"Lazismu bekerja dengan regulasi dan SOP yang ketat, serta diaudit oleh akuntan publik tepercaya. Bantuan ini juga melalui proses asesmen kebutuhan (assessment) yang matang, bukan sekadar mengirim barang. Contohnya 500 family kit ini dikirim karena memang sangat dibutuhkan warga terdampak di sana," jelasnya.

Hingga saat ini Muhammadiyah Lampung tercatat telah mengirimkan total 36 Personel Relawan Medis dan Non Medis Muhammadiyah ke wilayah bencana di Sumatera Barat dan Aceh, yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, dan relawan umum.
Prof. Sudarman memberikan Pesan agar Luruskan Niat Kepada para relawan medis dan kemanusiaan yang berangkat, Prof. Sudarman memberikan pesan khusus agar meluruskan niat semata-mata untuk ibadah dan kemanusiaan.
"Saya minta luruskan niat, jangan ada motivasi lain selain ibadah karena Allah dan membantu sesama. Jaga koordinasi dan konsolidasi di lapangan agar gerakan kita terprogram, terstruktur, dan terukur," pesannya tegas.
Sementara itu, Ketua Lazismu Lampung, Prof. Syafrimen, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan luar biasa dari masyarakat. Ia menyebut tim Lazismu telah bekerja keras melakukan penghimpunan dana mulai dari turun ke jalan hingga masjid-masjid.

"Alhamdulillah kepercayaan masyarakat sangat luar biasa. Lazismu tidak hanya merespons saat bencana, tetapi juga memiliki pilar pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah untuk membantu umat," tutur Prof. Syafrimen.
Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu pada masa tanggap darurat, namun juga pada fase pemulihan (recovery) pascabencana bagi masyarakat terdampak di Pulau Sumatera. (pri)
Laporan : Tri Priyo Saputro - MPI PWM Lampung




.jpg)






