- Muhammadiyah Lampung Kirim Relawan Lagi ke Sumatera Barat, Kini Berjumlah 33
- Bukan ke Barak, SMAM Bangunrejo Kirim Siswa Bandel ke Balai Latihan Kerja
- Muhammadiyah Lampung Kirim Relawan Kloter 2 ke Sumatera Barat
- Diah Meirawati Paparkan Tantangan dan Strategi Pemberdayaan Perempuan Aisyiyah
- Tim Heritage MPI Lampung Telusuri Jejak Sejarah Muhammadiyah di Metro
- Pelatihan Digital Marketing untuk Perempuan Hebat, Wujudkan Kemandirian Ekonomi
- Akademi Jurnalistik Muhammadiyah Kupas Seni Menulis Berita Bernilai
- Harkit ke 107, Kwarwil HW Lampung Beri Tanda Kehormatan ke Tokoh-tokoh
- Ranting Pemuda Muhammadiyah se-Metro Barat Dilantik, Ini Pesan Ketua PDPM
- Menulis dan Menyunting Berita Ramah SEO: Jurnalisme Digital Muhammadiyah di Era Perubahan Informasi
Arah Narasi Keteguhan Seorang Agus Sujarwanta

Oleh: Guswir
Memasuki Milad Muhammadiyah ke-113, persyarikatan kembali meneguhkan spirit tajdid dalam memperkuat pendidikan, memperluas dakwah, dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan.
Perjalanan panjang itu, hadir figur-figur yang bekerja dalam kesunyian struktural tetapi memberi pengaruh besar dalam keberlanjutan organisasi. Salah satunya adalah Agus Sujarwanta, akademisi, organisator, dan kader yang membangun kiprahnya dari ruang-ruang intelektual hingga gelanggang persyarikatan.
Baca Lainnya :
- H Mulyadi, Menakhodai Kebangkitan Muhammadiyah Tulang Bawang0
- Mbah Santo, Pejuang Muhammadiyah dan Masih Kerabat AR Fachruddin0
- Buka Musypimda 1 Aisyiyah Tulang Bawang, Nurhayati Tegaskan Al Maidah Ayat 80
- Rektor UMPRI Hadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 PDM Pringsewu0
- H Kasimun, Penjaga Stabilitas dan Tata Kelola Persyarikatan0
Kisah ini ceritakan langsung kepada reporter media PWM Lampung, pada Sabtu, 22/11/2025. dalam suasana santai.
Agus Sujarwanta menceritakan yang lahir di Klaten, menuturkan kisahnya, pada tahun 1987 ia meniti dunia (akademisi) sebagai dosen di STKIP Muhammadiyah Metro hal ini sebuah momentum yang kelak menjadi pintu masuk perjalanan kaderisasinya.
Lebih lanjut ia menjelaskan latar belakang akademik yang kuat S1 Pendidikan Biologi IKIP Karangmalang (1987), ia melanjutkan pendidikannya di Magister PKLH IKIP Rawamangun (1993), dan Doktor PKLH Universitas Negeri Jakarta (2005), Agus membawa watak teknokratis yang khas, bekerja terukur, berbasis data, dan memegang kuat etika ilmiah.
Dialog berlangsung santai, ia menceritakan perjalanannya, dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Yosodadi, Metro Timur, dan terus melangkah ke Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah, menjabat sebagai Koordinator Pengembangan SDM (1994–1998), lalu menjadi Sekretaris PRM Yosodadi (1995–2000).
Dengan semangat dan integritasnya, Track record perjalanan panjang kinerjanya, terus menanjak di level daerah dan wilayah,
- Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PDM Lampung Tengah (1995–2000)
- Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Metro (2015–2020; 2022)
- Wakil Ketua PDM Kota Metro bidang Pendidikan, Lingkungan Hidup, dan HAM (2022–2027)
- Ketua Lembaga Lingkungan Hidup PWM Lampung (1995–2000)
Pada usia 113 tahun persyarikatan, perjalanan ini menjadi cermin bahwa Muhammadiyah selalu membuka ruang bagi siapa pun yang ingin berkhidmat melalui kompetensi dan integritas.
Di antara tonggak penting kiprahnya, ia menceritakan SMP Muhammadiyah 4 Metro menjadi kisah yang menandai kualitas kepemimpinan strategisnya, disaat menjabat sebagai Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Metro (2015–2020), sekolah tersebut berada dalam kondisi memperihatinka. PCM Metro Utara secara resmi menyerahkan masalah itu kepada Dikdasmen.
Agus merespons dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis tata kelola, dengan membentuk Satgas Revitalisasi, melakukan pemetaan akar masalah, dan melakukan pembenahan menyeluruh selama dua tahun.
Upaya sistematis ini berhasil mengantarkan sekolah tersebut (SMP Muhammadiyah 4) pada fase kebangkitan, hingga kini mampu tumbuh pesat menjadi salah satu ikon AUM pendidikan yang diperhitungkan baik kualitas maupun kuantunya di Kota Metro.
Dalam spirit Milad ke-113, momentum ini menegaskan makna bahwa tajdid bukan hanya gagasan, tetapi tindakan nyata merawat keberlanjutan amal usaha.
Pengabdian Agus di Universitas Muhammadiyah Metro juga panjang dan konsisten, menghantarkannya ke jabatan strategis:
- Ketua Prodi Pendidikan Biologi (2005–2009)
- Ketua Jurusan Pendidikan MIPA (2006–2009)
- Sekretaris LPPM (2005–2019)
- Plt Ketua LPPM (2019–2020)
- Wakil Rektor I Bidang Akademik (2019–2023)
- Ketua Lembaga Diklat UM Metro (2019–2024)
Di tingkat nasional, ia menjadi Konsultan sekaligus Koordinator Bidang Biologi OGN pada Ditjen GTK Kemendikbud (2012–2019), menjadikannya salah satu kader Muhammadiyah yang berkiprah dalam pembangunan mutu guru secara nasional.
Di organisasi cendekiawan, Agus menjabat sebagai Wakil Ketua III ICMI Orsat Kota Metro (2005–2009). Kehadirannya di ruang-ruang keilmuan ini memperkuat citra kader Muhammadiyah sebagai insan akademik yang menjaga integritas, rasionalitas, dan kebangsaan.
Agus Sujarwanta yang mengidolakan figur Buya HAMKA sebagai kiblat pergerakannya, yang dipicu oleh keteladanannya, sebagai tokoh Muhammadiyah yang hidup sederhana namun besar pengaruhnya, hingga prestasi yang pernah diraih seperti
- Dosen Berprestasi UM Metro (2007)
- Peringkat 2 Dosen Berprestasi Kopertis Wilayah II (2007)
Perjalanan Agus Sujarwanta yang mempunyai motto hidup
“Jadilah orang yang memberikan manfaat kepada umat dan semesta alam.”
Menjadi cermin bahwa kaderisasi bukan sekadar ritus organisatoris, melainkan proses pembentukan human capital yang matang berbasis nilai, disiplin, dan integritas.
Dari seseorang yang tumbuh, Agus menunjukkan bahwa karakter teknokratik dapat lahir dari ketekunan membaca realitas, kejujuran dalam bekerja, serta komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak semata dibangun oleh tokoh besar, tetapi juga oleh pribadi-pribadi yang bekerja dalam senyap, menjaga kesinambungan tata kelola, dan menyuburkan ekosistem kaderisasi.
Kisah Agus Sujarwanta menjadi pengingat, bahwa setiap langkah kader adalah kontribusi strategis bagi keberlanjutan peradaban Muhammadiyah peradaban yang tegak karena kerja yang bersih, ikhlas, dan penuh tanggung jawab.
Di usianya yang terus matang, Agus telah membuktikan bahwa _Once you step into the values of Muhammadiyah, you don’t just join an organization you commit to a lifelong mission._ Dan misi itu, hari ini, ia jalani dengan keteguhan yang tidak pernah surut.(*)











