- Rakernas ALPTK PTMA di Mahan Agung, Gubernur Lampung: Investasi Masa Depan Adalah Pendidikan
- Resepsi Milad ke-109, Aisyiyah Tulang Bawang Komitmen Dakwah Kemanusiaan dan Ikrar Cinta Damai
- Muhammadiyah Tulang Bawang Safari Dakwah di Rawajitu Timur, Teguhkan Ideologi
- Muhammadiyah Kota Bandar Lampung Audiensi dengan BPN ATR, Bahas Sertifikat Wakaf
- Dikdasmen PNF Gelar Rakorwil, Bahas Turunan Kebijakan Nasional
- Muhammadiyah Lampung Terima Wakaf 9900 meter dari Keluarga Cik Ali Salim
- Rektor UM Lampung Kukuhkan 5 Dekan Baru
- Menjemput Makna Hijrah: Menata Ulang Arah Hidup di Tengah Krisis Zaman
- Refleksi 1448 Hijriah: Menemukan Makna Hijrah di Tengah Arus Modernitas
- BIKERSMU Lampung Siap Gas, Tebar Kebaikan
Perpustakaan dan Literasi Inklusif adalah Nutrisi literatur

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro - Koordinator Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Provinsi Lampung menegaskan bahwa gerakan literasi dan penguatan peran perpustakaan merupakan langkah strategis dalam menegakkan martabat bangsa di era digital saat ini.
Baca Lainnya :
- MDMC Terverifikasi WHO, RSU Muhammadiyah Metro Ambil Peran di Tim Global0
- MDMC Terverifikasi WHO, RSU Muhammadiyah Metro Ambil Peran di Tim Global0
- Pimpinan baru Pemuda Muhammadiyah Lampung Tengah Gelar Rakerda0
- LPCRPM PWM Lampung Siapkan Cabang Ranting Masjid Unggulan di Dente Teladas0
- Syiar Dakwah Muhammadiyah Lampung Hingga Pelosok Dente Teladas Tulang Bawang0
Hal ini diungkapkan oleh Kordinator Relima Provinsi Lampung Agus Riyanto, selaku kordinator Relima Provinsi Lampung, kepada Jurnalis Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Kota Metro, bahwa Perpustakaan dan Literasi Inklusif adalah Nutrisi literatur, ia menyampaikan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan buku, melainkan pusat pemberdayaan masyarakat yang membuka akses pengetahuan bagi semua kalangan.
“Literasi Seperti Perpustakaan sebagai Pusat Belajar Warga sekaligus Pusat Pemberdayaan. Di sinilah peran Relima hadir untuk memastikan literasi benar-benar inklusif dan berdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Koordinator Relima Lampung juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perpustakaan, Majelis Pustaka dan Informasi (milik Muhamadiyah) lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan. Menurutnya, gerakan literasi akan kuat bila seluruh elemen bangsa turut bergerak bersama.
“Kami ingin menghadirkan literasi yang hidup di tengah masyarakat dari kelurahan hingga tingkat kota agar semua warga dapat merasakan manfaatnya tanpa terkecuali,” tambahnya.
Gerakan literasi inklusif yang diinisiasi Relima Provinsi Lampung ini, diharapkan mampu memperkuat peran perpustakaan, baik di sekolah, masjid dan mushola, maupun pojok baca lainnya, sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat dan menjadi bagian penting dalam upaya membangun bangsa yang cerdas, berdaya, dan bermartabat.
(Guswir)




.jpg)





