SMP Muhammadiyah Al Ghifari Sulap Lorong Sekolah Jadi Lorong Lestari

By Admin Web 09 Feb 2026, 06:13:04 WIB Amal Usaha Muhammadiyah
SMP Muhammadiyah Al Ghifari Sulap Lorong Sekolah Jadi Lorong Lestari

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Lampung Timur – SMP Muhammadiyah Al Ghifari resmi menjalani proses asesmen lapangan oleh Tim Green School. Kunjungan ini menjadi ajang pembuktian komitmen sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang hijau dan mandiri pada 27 Januari 2026 lalu. 

Asesmen lapangan ini untuk menguji keseriusan sekolah dalam menerapkan standar sekolah berbudaya lingkungan. Kunjungan ini menjadi panggung pembuktian bagi warga sekolah yang selama ini telah berjibaku menciptakan ekosistem pendidikan yang asri, mandiri, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Kedatangan tim asesor disambut dengan suguhan yang tidak biasa, yang sekaligus menjadi etalase kreativitas siswa. Para juri dibuat terpukau oleh sajian kuliner unik berupa Es Soda Bunga Telang dan Puding Bunga Telang. Produk olahan berwarna biru keunguan yang menyegarkan ini merupakan hasil karya murni dari ekstrakurikuler Cooking Class. Aina Agustini, selaku pembina ekstrakurikuler tersebut, menegaskan bahwa sajian ini bukan sekadar menu pelengkap. "Bahan baku bunga telang ini kami petik langsung dari taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) milik sekolah. Ini adalah bagian dari pembelajaran inovasi produk, di mana siswa diajarkan memproses hasil panen kebun sendiri menjadi produk bernilai ekonomi dan estetika," ungkap Aina di sela-sela penyambutan.

Baca Lainnya :

Memasuki sesi peninjauan, tim asesor diajak menyusuri salah satu ikon kebanggaan sekolah, yakni "Kebun Lorong Lestari". Area yang biasanya hanya lorong belakang gedung yang tidak terpakai, di SMP Muhammadiyah Al Ghifari disulap menjadi area hijau yang produktif. Di lorong ini, sistem hidroponik terpasang rapi, memanfaatkan ruang terbatas secara optimal untuk menghasilkan tanaman pangan. Konsep ini dinilai cerdas karena mengajarkan siswa bahwa keterbatasan lahan bukanlah halangan untuk bertani, sebuah mentalitas penting untuk ketahanan pangan masa depan.

Tak berhenti di lorong, gerakan penghijauan di sekolah ini ternyata telah menyentuh level mikro di setiap ruang kelas melalui program "Sayur Kelas". Dalam program ini, setiap kelas memiliki tanggung jawab untuk merawat tanaman sayuran mereka sendiri. Program ini dirancang bukan hanya untuk menanam bibit, melainkan menanamkan rasa tanggung jawab dan disiplin pada siswa. Siswa belajar merawat makhluk hidup, memantau pertumbuhan, hingga merasakan kepuasan saat masa panen tiba. Hal ini menciptakan ikatan emosional antara siswa dengan lingkungan belajarnya.

Aspek pengelolaan limbah juga menjadi sorotan utama dalam asesmen ini. Pihak sekolah mempresentasikan sistem pengolahan kompos yang terintegrasi. Sampah daun kering yang biasanya menjadi masalah kebersihan, di sini justru menjadi aset berharga yang diolah menjadi pupuk organik. Pupuk inilah yang kemudian digunakan kembali untuk menyuburkan tanaman di Kebun Lorong Lestari dan taman TOGA, menciptakan sebuah siklus circular economy (ekonomi sirkular) skala kecil di dalam lingkungan sekolah. Kepala SMP Muhammadiyah Al Ghifari, M. Romadona, menjelaskan bahwa pengelolaan limbah dan pembentukan Bank Sampah yang dikelola oleh Green Team adalah jantung dari program ini. "Kami berkomitmen penuh menjadi Sekolah Hijau. Langkah ini adalah upaya nyata kami menjaga kelestarian lingkungan pondok dan sekolah secara holistik," tegasnya.

Selain aspek biologis, sekolah ini juga mulai merambah pada penggunaan teknologi ramah lingkungan dengan penerapan energi terbarukan. Tim asesor diperlihatkan instalasi lampu panel surya (solar panel) yang telah dipasang di beberapa titik strategis. Penggunaan energi matahari ini merupakan langkah maju untuk efisiensi energi listrik sekaligus menjadi media pembelajaran sains (IPA) yang kontekstual bagi para siswa mengenai pemanfaatan sumber daya alam yang tidak habis.

Melihat berbagai inovasi tersebut, Moh. Dwi Kurniawan Hasan, M.Si., selaku salah satu juri dari Tim Green School, memberikan apresiasi tinggi. Ia menyoroti bagaimana manajemen sekolah mampu menerjemahkan konsep keberlanjutan hingga ke detail terkecil operasional sekolah. "Manajemen sekolah sudah memikirkan keberlanjutan lingkungan dengan sangat baik. Sinergi antara kebersihan fisik, pengelolaan sampah, hingga inovasi produk siswa menunjukkan bahwa konsep Green School sudah terinternalisasi, bukan sekadar tempelan," ujar Dwi Kurniawan saat memberikan evaluasi.

Rangkaian kegiatan asesmen hari itu ditutup dengan verifikasi lapangan menyeluruh, di mana tim asesor berkeliling area sekolah hingga ke lingkungan pondok pesantren yang terintegrasi. Di sana, mereka melihat langsung korelasi antara lingkungan yang bersih dengan kenyamanan belajar para santri dan siswa. Hasil dari kunjungan ini diharapkan tidak hanya membawa predikat juara atau penghargaan semata bagi SMP Muhammadiyah Al Ghifari, melainkan menjadi motivasi jangka panjang untuk terus mencetak generasi muda yang peduli dan cakap dalam menjaga bumi. (mr/pri)


Penulis : M. Romadona - Kepala SMP Muhammadiyah Al Ghifari

Editor : Tri Priyo Saputro - MPI PWM Lampung




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah Lampung


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

STATISTIK PENGUNJUNG

  • User Online : 2
  • Today Visitor : 242
  • Hits hari ini : 326
  • Total pengunjung : 137757