- Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri 1447 H PWM Lampung di Halaman Gedung Wanita
- Refleksi Idul Fitri: Siapa yang Menang?
- Kembali ke Fitrah, Menjaga Bumi sebagai Amanah Ilahi
- Daftar Lengkap Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Lampung
- Lazismu Lampung Salurkan Program Back To Masjid
- Lazismu Ajak Umat Wujudkan Pusat Dakwah Muhammadiyah di Lampung
- Lampung Tembus Lima Besar Nasional di OlympicAD VIII Makassar
- PCM Pringsewu Gelar Pengajian Sosong Ramadhan 1447 H
- Tingkatkan Kualitas, Magister Keperawatan UMPRI Assessment Lapangan LAM-PTKes
- Rakerda LAZISMU Pringsewu Dorong Penguatan Kelembagaan dan Perluasan Manfaat
UM Metro Menuju Kampus Inklusif dan Ramah Disabilitas

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Metro - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang inklusif dan ramah disabilitas. Melalui Pusat Edukasi dan Layanan Inklusi Terpadu (PELITA) UM Metro, universitas melaksanakan benchmarking best practice layanan disabilitas ke sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta pada Rabu–Jumat, 4–6 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis UM Metro dalam memperkuat sistem layanan pendidikan inklusif yang berkelanjutan.
Benchmarking tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan dan pengelola PELITA UM Metro, yakni Dr. Nedi Hendri, S.E., M.Si., Akt., CA., CPA selaku Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Metro, Sangidatus Sholiha, M.Pd. (Ketua PELITA), Ira Vahlia, M.Pd. (Sekretaris PELITA), serta Hapy Ardiaviandaru, M.Fis. (Kepala Bidang Akademik PELITA).
Benchmarking dilaksanakan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dua perguruan tinggi yang dikenal memiliki praktik baik dalam pengelolaan unit layanan disabilitas serta penguatan budaya kampus inklusif di lingkungan pendidikan tinggi.
Baca Lainnya :
- UM Metro Dampingi Siswa SMAN 4 Metro Tembus PTN Jalur SNBP0
- Jatam Lampung Selatan Bimtek Agribisnis Ternak Unggas0
- Jatam Metro Bergerak, Garap Sektor Kemitraan Unggas0
- SMP Muhammadiyah 3 Metro Resmi Berdiri Kantor Layanan LazisMu0
- Milad ke-18 RSU Muhammadiyah Metro, Teguhkan Dakwah Kesehatan0
Wakil Rektor II UM Metro, Dr. Nedi Hendri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari penguatan kebijakan dan tata kelola layanan disabilitas di Universitas Muhammadiyah Metro.
“Benchmarking ini kami pandang sebagai langkah strategis untuk memastikan layanan disabilitas di UM Metro dikelola secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kami ingin belajar langsung dari praktik-praktik baik yang telah berjalan di perguruan tinggi lain,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua PELITA UM Metro, Sangidatus Sholiha, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pembelajaran substantif bagi pengembangan layanan inklusi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro.
“Kami tidak hanya melihat fasilitas fisik, tetapi juga mempelajari sistem, kebijakan, dan pola layanan yang diterapkan. Hal ini menjadi bekal penting bagi PELITA UM Metro dalam memperkuat layanan disabilitas secara komprehensif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Unit Layanan Disabilitas UIN Sunan Kalijaga, Dr. Asep Jahidin, M.Si., menyambut baik kunjungan benchmarking tersebut dan menekaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan layanan disabilitas.
“Pengembangan layanan disabilitas membutuhkan komitmen bersama. Melalui benchmarking seperti ini, perguruan tinggi dapat saling belajar dan memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif,” tuturnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Unit Layanan Disabilitas Universitas Ahmad Dahlan, Meita Fitrianawati, M.Pd., yang menegaskan bahwa layanan disabilitas harus dibangun secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Layanan disabilitas bukan hanya soal penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga mencakup kebijakan institusi, kesiapan sumber daya manusia, serta budaya akademik yang menghargai keberagaman,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, tim PELITA UM Metro melakukan diskusi dan observasi terkait kebijakan institusional pendukung layanan disabilitas, penyediaan sarana dan prasarana yang aksesibel, penguatan layanan akademik dan nonakademik bagi mahasiswa disabilitas, serta peluang kerja sama antarperguruan tinggi dalam pengembangan kampus inklusif.
Melalui benchmarking ini, Universitas Muhammadiyah Metro menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan kampus yang inklusif, berkeadilan, dan ramah bagi seluruh sivitas akademika, serta memastikan setiap mahasiswa memperoleh layanan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi.(shodiq)




.jpg)






