- Kunjungan Industri SMK Muhammadiyah se-Lampung ke Sektor Maritim dan Perikanan
- SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Raih Dua Penghargaan di Lamtim Sustainability Week 2026
- Tingkatkan Profesionalisme Juru Sembelih, JAGALMU Pringsewu Gelar Pelatihan Asah Bilah
- Halal Bihalal LHKP PWM Lampung Bahas Pelatihan Kepemimpinan Kader Muda
- Ribuan Jamaah Sholat Idul Fitri 1447 H PWM Lampung di Halaman Gedung Wanita
- Refleksi Idul Fitri: Siapa yang Menang?
- Kembali ke Fitrah, Menjaga Bumi sebagai Amanah Ilahi
- Daftar Lengkap Lokasi Shalat Idul Fitri 2026 Muhammadiyah di Lampung
- Lazismu Lampung Salurkan Program Back To Masjid
- Lazismu Ajak Umat Wujudkan Pusat Dakwah Muhammadiyah di Lampung
Seruan Abdul Muti untuk Mengenal Tokoh Muhammadiyah

MUHAMMADIYAHLAMPUNG.OR.ID, Jakarta - Memperingati Hari Pahlawan setiap 10 November, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan khusus kepada warga persyarikatan. Ia mendorong seluruh pimpinan dan anggota Muhammadiyah untuk lebih mendalami sejarah serta kiprah para tokoh Muhammadiyah.
Pesan ini disampaikannya dalam kegiatan Hari Bermuhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), yang digelar di Gedung Cendekia dengan mengusung tema “Menggerakkan Peradaban Bangsa: Sinergi, Kolaborasi, Kontribusi”. Acara tersebut diberitakan oleh Muhammadiyah.or.id melalui Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah pada Ahad, 2 November 2025.
Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa masih banyak warga bahkan pimpinan Muhammadiyah yang belum mengenal secara menyeluruh tokoh-tokoh besar persyarikatan.
Baca Lainnya :
- 2 Pelajar Muhammadiyah Metro Raih Emas dan Perak di Ajang OMI 20250
- Satu-satunya di Sumatera, Pontrenmu At-Tanwir Divisitasi LP2 PP Muhammadiyah0
- MDMC Terverifikasi WHO, RSU Muhammadiyah Metro Ambil Peran di Tim Global0
- MDMC Terverifikasi WHO, RSU Muhammadiyah Metro Ambil Peran di Tim Global0
- Komitmen EMT Muhammadiyah dalam Mencapai Klasifikasi Internasional WHO Diapresiasi0
Ia kemudian membagikan pengalamannya saat melakukan kunjungan ke Mesir. Di sana, para masyayikh memberikan apresiasi tinggi terhadap Muhammadiyah, termasuk kontribusi para kader yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir.
“Saya mendapat kabar bahwa Tapak Suci kini telah diakui sebagai organisasi resmi di Mesir dan berkembang di sembilan provinsi,” ujarnya.
Menurutnya, pengakuan dunia terhadap Muhammadiyah ini seyogianya meningkatkan keyakinan warga persyarikatan bahwa berkhidmat melalui Muhammadiyah adalah pilihan yang benar.
“Meski begitu, kita tetap harus terbuka dan menjalin relasi baik dengan organisasi kemasyarakatan lainnya,” tambahnya.
Abdul Mu’ti juga menguraikan pentingnya memaknai kata umat melalui sudut pandang kebahasaan. Ia menegaskan bahwa umat Islam harus tetap bersatu meskipun terdapat berbagai perbedaan, karena keragaman adalah sunnatullah.
Dari perspektif bahasa, lanjutnya, istilah umat tidak hanya merujuk pada komunitas muslim, tetapi memiliki makna yang lebih luas, sebagaimana terlihat dalam penggunaan kata tersebut pada surah Ali Imran ayat 113.
Ia menegaskan bahwa perbedaan di antara umat Islam adalah hal yang lumrah, tetapi perpecahan atau tafarruq harus dihindari. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk berselisih atau saling berjauhan.
Menutup penyampaiannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa sikap keterbukaan menjadi prinsip penting Muhammadiyah, sehingga lembaga pendidikannya terbuka bagi siapa saja. Bahkan, di sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah–’Aisyiyah (PTMA), terdapat kampus yang mayoritas mahasiswanya berasal dari kelompok non-Muslim.
seperti yang diberitakan MPI PP Muhammadiyah Muhammadiyah.or.id
(Guswir)




.jpg)






